SEMUA ANDA PASTI MAMPU MENGERJAKAN BISNIS INI, TINGKATKAN KEYAKINAN JADI TIDAK RAGU LAGI.
Rabu, 23 Mei 2012
Top Leader Melia Nature Indonesia Platinum Grup
SUKUR NABABAN
Lahir di Sumatera Barat 14
Oktober 1968, Sukur Nababan
menghabiskan masa kecilnya
keluar masuk hutan di
pedalaman Tapanuli. Maklum,
saat itu ayahnya tengah
mendirikan sekolah di berbagai
tempat di Tapanuli.
Dia lalu kuliah di jurusan Teknik
Mesin Universitas Sumatra Utara.
Setelah selesai kuliah, Nababan
sempat berpindah-pindah tempat
kerja. Ia sempat menghabiskan
waktu 13 tahun sebagai General
Manager sebuah perusahaan
Penanaman Modal Asing. Tapi ia
akhirnya memutuskan berhenti
dan mulai berwiraswasta.
Ia mendirikan bisnis PT Melia
Nature Indonesia, perusahaan
yang memasarkan produk-
produk kesehatan milik Mother
Nature Health Products, sebuah
perusahaan di Sidney, Australia.
Kini ia menjadi calon legislatif PDI
Perjuangan Dapil Jabar VI
(Bekasi-Depok) dengan nomer
urut 2. Nababan mengakui ini
pengalaman pertamanya dalam
dunia politik. “Sebelumnya tidak
pernah,” ujarnya.
Selama ini ia mengaku lebih
memilih berjuang di luar sistem.
Menurut Nababan, ada dua
faktor yang mendorong dia
masuk dunia politik. Pertama,
masalah keterpurukan situasi
ekonomi lima tahun terakhir.
Terutama soal tingginya harga
BBM, sembako, dan bahan
pokok lain.
Ia mencatat sejak 2004 sampai
2008 BBM sudah naik tiga kali.
Alasannya harga minyak bumi di
luar negeri naik. Tapi ketika
harga BBM luar negeri turun,
pemerintah hanya menurunkan
BBM secara bertahap.
Kedua, terkait masalah sistem
ketenagakerjaan dan pertanian di
Indonesia. Ia menilai kemajuan
yang dibuat pemerintah hanya
menciptakan mental pengemis.
Mentalitas bangsa hanya ditempa
menjadi mentalitas uang. “
bukannya mentalitas kreator.”
Awal mula perkenalan Nabanan
dengan politik dia akui dimulai di
Bekasi. Saat itu dia dimintai
bantuan oleh Mochtar Mohamad
untuk membantu dalam Pilkada
Walikota Bekasi bulan Januari
2008. Dia pun ikut serta menjadi
tim sukses. Dan ternyata
calonnya menang.
Dengan bekal menjadi tim sukses
itu lah, Nababan kini mencoba
peruntungannya di dunia politik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar